Pilih mana, mobil Seken mewah yang harganya miring atau Mobil baru kelas menengah ?
Persaingan bisnis jual beli mobil, baik itu mobil baru ataupun bekas sangatlah sengit. Kalau dealer mobil baru sudah pasti tersebar di seluruh Indonesia yang diproduksi oleh pabrikan dengan berbagai kelas, kalau dealer mobil bekas Contoh di Jawa Timur ada Kacunk Motor, Prabu Motor, atau dealer - dealer di Surabaya dan Malang serta daerah lain yang menawarkan berbagai macam merk dengan kualitasnya masing - masing sehingga calon pembeli bisa memilih dan memilah kendaraan dari berbagai merk sesuai anggaran yang ada di kantong atau rekeningnya masing - masing.
Banyak pemikiran di benak calon buyer mending saya beli mobil mewah seken harga murah, ada juga mendingan beli mobil baru walaupun mobil sejuta ummat, LCGC atau mobil merek - merek kurang terkenal dari China, Amerika, Korea, Eropa dan India dengan alasan yang masing - masing mereka utarakan.
Silahkan memilih yang mana, tapi tiap pilihan ada nilai plus dan minusnya, harga mobil mewah di atas sepuluh tahun jelas terjun bebas, ada yang hanya 40 persen dari harga belinya bahkan ada yang juga yang hanya 20 persen, contoh mobil mewah toyota Alparhd tahun dibawah tahun 2010 banyak yang harganya kisaran di bawah 100 sd 180 an juta padahal harga barunya sekitar 600 juta, Nissan Serena juga jauh lebih murah kirasan 90 juta sd 150 an juta, Honda CRV 2010 an yang barunya 400an juta hanya dibandrol di bawah 150 an juta lebih murah dari pada Xenia dan Avanza tahun 2012-an ke atas di bawah 2017, Toyota Altis 2010-an juga sama direntang 120 an juta. Memang tidak ada kepastian harga tapi rentang itu menunjukkan bahwa memang secara umum harganya mobil premium dengan rentangan itu.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga mobil premium secara siknifikan.
Pertama : Dari Sisi Pajaknya
Mobil di atas 2000 cc jelas mahal pajaknya. Alpard atau serena tua kisaran 7 sd 15 juta per tahun. Di banding dengan Xenia, Avanza, Ertiga dll dengan tahun yang sama kisaran 1 sd 2 jutaan. Ini jelas mempengaruhi psikologi dan keuangan calon pembeli.
Kedua : Harga dan ketersediaan Sparepart
Membeli mobil premium tahun tua jelas waktunya peremajaan sparepart baik itu kaki - kaki, sensor - sensor, kelistrikan bahkan di area permesinan dan jelas membutuhkan biaya yang besar. Harga sparepart mobil premium tidak turun sebagaimana unitnya. Contoh untuk lampu belakang alphard saja perbijinya bisa di atas 5 juta, list kaca cendela Crv 2010 kisaran satu juta belum sparepart yang lain lainnya. Peremajaan bisa seharga unit itu sendiri.
Ketiga : Karena pemiliknya ingin segera upgrade mobil baru
Dengan penghasilan bulanan yang tak terbatas, ratusan hinggal milyaran rupiah, jelas pemilik mobil premium ingin segera mengupgrade mobilnya dengan yang baru jika sudah bosan memakainya. Ada yang baru 1 tahun dilepas, 5 tahun dijual. Mercy C 200 harga baru yang menyentuh 800 juta dibandrol hanya 200 juta ke bawah, yang penting segera terjual dan tidak memenuhi garasi mobil. Secara umum seperti itu pemikiran para CEO dan Owner perusahaan yang omsetnya milyaran perhari.
Nilai plus pembeli mobil premium seken dia memperoleh pride dengan kendaraannya, bisa sejajar dengan para pejabat dan pengusaha, percaya dirinya meningkatkan jika melakukan loby politik atau loby proyek - proyek mentereng karena sampai hari ini tunggangan itu menunjukkan strata sosial walaupun dari hasil berhutang bank.
Nilai minusnya sudah saya jelaskan di atas yaitu harus siap dana cadangan untuk peremajaan sparepart yang sudah tua, pembayaran pajak yang biasanya sengaja tidak dibayar oleh pemilik sebelumnya dan ini tidak murah.
Kalau dikomparasikan dengan mobil baru yang merakyat cc di bawah 1500, ada Avanza, Xenia, Expander, Ertiga, Wuling, Hyudai Stargazer, jelas harga secondnya mobil premuim tersebut jauh lebih murah dari pada merek - merek di atas, apalagi merek Jepang yang jelas harga barunya tidak semahal mobil premium dan harga jual kembali turun hanya kisaran 10 sd 30 persen dengan pemakaian yang biasanya odometernya jauh lebih banyak dari pada mobil premium.
Semuanya kembali lagi ke selera pembeli, anda mau membeli kenyamanan atau berpikir untuk membeli mobil yang harga jualnya kembali masih tinggi. Silahkan itu tergantung anda.
By : Azeez Nash (pengamat otomotif).
Comments
Post a Comment